Saturday, September 29, 2018

Kuantitas Pemesanan Yang Ekonomis (Economic Order Quantity), Metode Pembebanan Harga Pokok

Kuantitas Pemesanan Yang Ekonomis (Economic Order Quantity)

Kuantitas pemesanan ekonomis merupakan jumlah persediaan yang dipesan pada suatu saat dengan tujuan untuk mengurangi biaya persediaan tahunan. Jika suatu perusahaan tidak terlalu sering membeli bahan baku dan melakukan pembelian dalam jumlah besar, biaya penyimpanan persediaan menjadi tinggi karena investasi yang cukup besar dalam persediaan. 

Jika pembelian dilakukan dalam jumlah yang kecil, dengan frekuensi pesanan yang cukup sering, hal ini dapat mengakibatkan biaya pemesanan yang tinggi. Oleh karena itu, jumlah optimum yang dipesan pada saat tertentu ditentukan dengan cara menyeimbangkan dua faktor, yaitu :
  1. Biaya penyimpanan (carrying cost) bahan baku. Merupakan biaya yang terjadi dalam rangka melaksanakan kegiatan penyimpanan bahan atau hanya biaya-biaya yang bervariasi terhadap variasi dalam tingkat persediaan. Biaya penyimpanan bahan baku seringkali dinyatakan sebagai persentase terhadap investasi rata-rata dalam persediaan.
  2. Biaya pemesanan (ordering costjbahan baku. Merupakan biaya yang terjadi dalam rangka melaksanakan kegiatan pemesanan bahan. Biaya pemesanan termasuk biaya membuat bukti permntaan pembelian, pesanan pembelian, laporan penerimaan, menangani kiriman, komunikasi dengan pemasok, akuntansi atas pengantaran dan pembayaran dan biaya lain akibat tidak cukupnya persediaan termasuk kesempatan hilangnya untuk penghematan dalam beban angkut dan pemanfaatan diskon pembelian.

Selama tahun 2009 PT Cahaya menganggarkan penjualan sebanyak 7500 unit. Persediaan awal barang jadi sebesar 1500 unit dan persediaan akhir barang jadi 1000 unit. Unit produk jadi membutuhkan 5 unit bahan baku. Harga beli bahan baku per unit adalah Rp. 20.000. Biaya pemesanan per pesanan Rp. 800.000. Biaya penyimpanan sebesar 10% dari persediaan rata-rata. Berapah EOQ nya?
Jawab :










Metode Pembebanan Harga Pokok Yang Digunakan Untuk Produksi dan Penentuan Persediaan Akhir Bahan Baku

Dalam keadaan harga-harga tidak stabil, alokasi atau pembebanan harga pokok bahan baku yang digunakan untuk produksi dan penentuan nilai persediaan akhir bahan baku dapat dihitung dengan beberapa cara. Ada 2 sistem yang mencakup beberapa teknik pembebanan harga pokok dan penentuan nilai persediaan akhir yakni sistem periodik (sistem fisik) dan sistem perpetual (sistem permanen).


Dalam sistem ini pembelian bahana baku dicatat di rekening "Pembelian bahan baku". Jika terdapat persediaan awal bahan baku maka persediaan awal tersebut dicatat di rekening terpisah yakni rekening "Persediaan bahan baku awal".

Pembelian ditambah dengan persediaan awal menghasilkan bahan baku yang siap digunakan. Untuk dapat menentukan nilai persediaan akhir maka harus diperhitungkan fisik terhadap persediaan bahan baku yang masih ada pada akhir periode. Harga pokok bahan baku yang digunakan dihitung dengan mengurangkan bahan baku yang siap digunakan dengan nilai persediaan akhir bahan baku,


Pada sistem ini pembelian bahan baku dicatat dalam rekening "Persediaan Bahan Baku". Bila terdapat persediaan awal maka persediaan awal tersebut termasuk pula pada rekening persediaan bahan baku tersebut. Pada saat pemakaian bahan baku rekening persediaan bahan baku di kredit dan rekening yang didebit adalah rekening Persediaan Barang dalam Proses. Pada sistem ini harga pokok bahan yang digunakan untuk berproduksi ditentukan pada saat pemakaian bahan baku tersebut. Saldo dari rekening persediaan bahan baku menunjukkan harga pokok bahan baku yang siap digunakan. Jadi dalam sistem ini baik harga pokok bahan yang digunakan maupun nilai persediaan langsung ditentukan pada saat pemakaian ataupun juga saat pembelian. Selain itu pada sistem ini dikelola apa yang disebut dengan "kartu persediaan bahan baku". Pada kartu ini dicatat hartga pokok pembelian dan harga pokokpemakaian serta saldo persediaan bahan baku yang dimiliki.
Metode yang dapat digunakan dalam menentukan nilai persediaaan akhir bahan baku
baik dengan sistem fisik maupun sistem perpetual adalah:
  1. Metode Identifikasi Khusus. Metode ini mencatat setiap bahan dan harga belinya sendiri-sendiri sehingga bila ada bahan yang dipakai dapat diidentifikasikasi harga belinya.
  2. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) atau First-in first-out (FIFO). Metode ini menganggap bahwa bahan yang digunakan berasal dari pembelian terdahuli, sehingga bahan yang digunakan harus diketahui jumlah kuantitasnya lebih dahulu kemudian dihitung harga pokoknya dengan anggapan bahan berasal dari pembelian terdahulu.
  3. Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP) atau Last-in-first-out (UFO). Metode ini beranggapan bahawa bahan yang digunakan berasal dari pembelian terakhir, sehungga bahan yang digunakan harus diketahui jumalh kuantitasnya lebih dahulu kemudian dihitung harga pokoknya dengan anggapan bahan berasal dari pembelian terakhir.
  4. Metode rata-rata tertimbang atau Weighted Average. Metode ini setiap saat menghitung rata-rata harga pokok per unit bahan dan menggunakan harga rata-ratanya sebagai harga pokok bahan yang digunakan.
Readmore → Kuantitas Pemesanan Yang Ekonomis (Economic Order Quantity), Metode Pembebanan Harga Pokok

Wednesday, September 26, 2018

Definisi Bahan Baku, Biaya Bahan Baku, Pembelian Bahan, Pemakaian Bahan, Jurnal mutasi bahan

AKUNTANSI BIAYA BAHAN BAKU DAN JUST IN TIME


Bahan baku adalah merupakan bahan yang secara menyeluruh membentuk produk selesai dan dapat diidentifikasi secara langsung pada produk yang bersangkutan. Pengertian bahan baku dapat meluas meliputi juga bahan-bahan yang digunakan untuk memperlancar proses produksi. Bahan baku yang demikian termasuk dalam pengertian bahan baku penolong dan bahan baku pembantu.

Bahan baku dibedakan atas bahan baku langsung (direct material) dan bahan baku tidak langsung (indirect material). Bila biaya bahan baku tersebut langsung dibebankan kepada kelompok biaya bahan baku dinamakan bahan baku langsung, sedangkan bila biaya bahan baku dimaksud dibebankan melalui rekening biaya overhead pabrik dinamakan biaya bahan baku tidak langsung.

Menurut prinsip akuntansi, semua biaya untuk memperoleh bahan baku dan menempatkannya dalam keadaan siap untuk diolah. Jadi harga pokok bahan baku tidak hanya tercantum dalam faktur pembelian saja. Harga pokok bahan balu terdiri dari harga beli ditambah dengan biaya-biaya pembelian dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyiapkan bahan baku tersebut dalam keadaan siap diolah. Harga beli dan biaya angkutan merupakan unsur mudah diperhitungkan sebagai harga pokok bahan baku, sedangkan biaya pesan, biaya penerimaan, pembongkaran, pemeriksaan, asuransi, pergudangan dan biaya akuntansi bahan baku merupakan unsur-unsur biaya yang sulit diperhitungkan kepada harga pokok bahan baku yang dibeli.
Pada umumnya harga pokok bahan baku hanya dicatat sebesar harga beli menurut faktur dari pemasok, sedangkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku dan menjadikan bahan baku yang siap diolah diperhitungkan sebagai unsur biaya overhead pabrik.
Secara sederhana prosedur pembelian biasanya melibatkan bagian produksi yang meminta bahan, bagian pembelian yang bertugas untuk memesan bahan dan perlengkapan, bagian penerimaan barang yang bertugas menerima barang yang dibeli dan bagian gudang yang menyimpan barang, Proses pembelian dimulai dari bagian produksi yang meminta bahan yang dibutuhkan sesuai dengan rencana kerja pabrik.

Dokumen yang digunakan umumnya terdiri dari 3 macam yaitu permintaan pembelian, pesanan pembelian, dan laporan penerimaan barang.

Permintaan pembelian (purchase requisition) adalah permintaan tertulis yang dibuat untuk memberi tahu bagian pembelian akan kebutuhan bahan atau perlengkapan (supplies), Dokumen surat permintaan pembelian ini bisa berisi spesifikasi detail mengenai bahan, misalnya mengenai jenis, ukuran warna, jumlah yang dibutuhkan dan juga berisi kapan bahan tersebut harus siap di pabrik. Selain itu juga dapat berisi nama peminta, penjelasan mengenai barang, harga per satuan atau per potong, pengiriman, tanggal diterima, dan tanda tangan peminta dan pemberi persetujuan.

Pesanan pembelian adalah dokumen tertulis yang dikirimkan kepada pemasok sebagai tindak lanjut disetujuinya permintaan pembelian oleh bagian pembelian. Pesanan pembelian biasanya juga mengandung syarat-syarat pengiriman dan syarat pembayaran (termin). Isi pesanan pembelian umumnya termasuk nama perusahaan pemesan, nama pemasok, tanggal pesanan penjelasan mengenai barang, harga barang pengiriman, penyimpanan, asuransi dan tanda tangan yang berwenang.

Laporan penerimaan barang adalah laporan yang dibuat oleh penerima barang yang dibeli. Laporan ini dibuat berdasarkan pengamatan pisik barang yang diterima.Laporan ini umumnya berisi nama pengirim, nomer pesanan, data pengiriman, penjelasan mengenai barang, perbedaan dengan pesanan dan tanda tangan penerima.

Pemakaian bahan merupakan kenyataan yang ada bahwa bahan baku dibutuhkan untuk produksi. Setiap pemakaian bahan harus dilakukan dengan meminta bahan kepada bagian gudang penyimpanan bahan melalui persetujuan pejabat pengawas atau pengendali produksi. Bila pabrik dalam hal ini bagian produksi membutuhkan bahan baku untuk berproduksi barulah dibuatkan dokumen sebagai bukti permintaan bahan yaitu berupa surat permintaan bahan (materials requisition). Dokumen ini biasanya di buat oleh peminta yaitu bagian produksi dengan mengisikan nama bahan, jumlah kuantitas dan tujuan pemakaian.

Jurnal mutasi bahan dibuat berdasarkan bukti-bukti sebagai berikut:

  1. Untuk pembelian bahan digunakan faktur pembelian yang dilampiri laporan penerimaan barang dan pesanan pembelian.
  2. Untuk pemakaian bahan-dibuat berdasarkan bukti permintaan bahan.
Ayat-ayat jurnal yang dibuat untuk mencatat pembelian dan pemakaian bahan sebagai berikut
Bila jumlah bahan yang diminta ternyata sisa, maka sisa tersebut dapat dikembalikan ke gudang. Pengembalian sisa bahan dicatat dengan ayat jurnal yang dibuat sebagai berikut:

Demikian uraian tentang Definisi Bahan Baku, Biaya Bahan Baku, Pembelian Bahan, Pemakaian Bahan, Jurnal mutasi bahan semoga bisa dipahami.
Readmore → Definisi Bahan Baku, Biaya Bahan Baku, Pembelian Bahan, Pemakaian Bahan, Jurnal mutasi bahan

Monday, September 24, 2018

Contoh Proposal Wedding Organizer

Proposal

NASTY WEDDING ORGANIZER


A.  Latar Belakang


Akibat kebutuhan yang banyak dalam menyelenggarakan pesta pernikahan namun kurangnya koordinasi sering kali menjadi pemicu hambatan dalam terlaksananya acara. Sehingga tak jarang bila kita menemuan pesta pernikahan tanpa persiapan yang matang. Oleh karena itu dengan adanya Nasty Wedding Organizer merupakan sebagai salah satu upaya dalam membantu menyiapkan pesta pernikahan. Menjadi seorang perencana pernikahan atau Nasty Wedding Organizer berarti menjadi “Troubleshooter” di setiap pernikahan yang dikerjakan.

Pernikahan adalah momen paling penting bagi pasangan pengantin, peristiwa yang diharapkan terjadi sekali seumur hidup ini tentu memerlukan persiapan yang sangat matang. Karena itu lah peluang bisnis Wedding Organizer sangat menjanjikan, ada pila WO yang menyesuaikan budge konsumen (biaya) dan menyesuaikan apa yang diinginkan konsumen.

Menggunakan jasa WO tidak semata-mata dengan alasan ingin bebas dari segala kerepotan yang akan dihadapi dalam menyiapkan pesta pernikahan. Idealnya biaya yang dikeluarkan untuk menyewa jasa Wedding Organizer harus berbalas setimpal atau bahkan lebih memuaskan. Karena profesionalitas seorang WO dipertaruhkan nantinya ketika berhasil atau tidaknya sebuah acara. Untuk itulah NASTY WEDDING ORGANIZER membantu para calon mempelai mempersiapkan dan mewujudkan pernikahan impian mereka.

B. Visi Dan Misi


a) Visi
Menjadikan Nasty Wedding Organizer terdepan dan terpercaya dalam memberikan jasa penyelenggaraan pernikahan yang paling mengesankan dan tak terlupakan bagi konsumen.

b)  Misi
     I.   Memberikan pelayanan yang berkualitas
     II.  Menyediakan produk yang berkualitas dan mengesankan bagi konsumen.
     III. Memberikan Harga yang kompetitif dan disesuaikan dengan budget konsumen.


BENTUK JASA YANG DIBERIKAN FORTUNE WEDDING ORGANIZER
  1. NASTY W.O mengatur dan mempersiapkan semua proses pernikahan, mulai dari proses lamaran sampai resepsi.
  2. NASTY W.O mengatur dan menyediakan semua keperluan pesta
  3. NASTY W.O mengatur dari akad sampai resepsi
  4. NASTY W.O hanya mencari vendor tertentu dan dekorasi serta konsep
  5. NASTY W.O hanya mengatur saat resepsi
VENDOR-VENDOR DALAM PESTA PERNIKAHAN
  1. Katering
  2. Dekorasi
  3. Sanggar tata rias pengantin
  4. Fotografer & Video Shooting (Dokumentasi)
  5. Venue/Gedung (Tempat)
  6. MC/Pemandu acara
  7. Hiburan/Musik
  8. Tenda & Perlengkapan pesta
  9. Florist

HAL-HAL YANG DIBAHAS DENGAN WEDDING ORGANIZER 

Sebelum menyepakati akan menggunakan jasa Fortune W.O, kami akan membahas hal-hal berikut dengan calon mempelai:
  1. Tema, konsep, dan kemungkinan kendala atau hambatan yang akan mengahadang
  2. Uang jasa NASTY W.O
  3. Bentuk jasa yang diberikan oleh NASTY W.O
Hal ini dimaksudkan agar jelas apa yang diinginkan oleh calon mempelai sehingga pernikahan impian dapat terwujud.

RINCIAN FASILITAS PESTA PERNIKAHAN
1.  PELAMINAN 
  • Pelaminan satu set dengan bunga + tempat uang
  • Taman & air mancur depan pelaminan
  • Karpet panggung
  • Karpet jalan
  • Standing flower di panggung pelaminan
  • Standing flower di karpet jalan
  • Gazebo/Pergola di jalan masuk pengantin dan pintu masuk tamu
2.   DEKORASI RUANGAN
  • Meja penerima tamu dan bunga meja
  • Pagar/background pembatas VIP
3.   DEKORASI KATERING
  • Dekorasi meja buffet
  • Dekorasi dessert
  • Dekorasi gubug/pondokan
4.   RIAS, BUSANA, DAN AKSESORIS
  • Rias, busana, dan aksesoris pengantin untuk akad dan resepsi
  • Rias, busana, dan aksesoris untuk orangtua pendamping
  • Rias, busana, dan aksesoris untuk penerima tamu
  • Rias, busana, dan aksesoris untuk panitia/pagar ayu
5.   MC AKAD DAN RESEPSI
6.   HIBURAN / MUSIC + SOUND
7.   UNDANGAN DAN SOUVENIR
8.   DOKUMENTASI (FOTO & VIDEO LIPUTAN AKAD DAN RESEPSI)

MACAM-MACAM TEMA PESTA PERNIKAHAN
  1. Tema tradisional. Sesuai dengan namanya, tema tradisional adalah tema yang kuat akan nuansa tradisi yang mengakar pada budaya tertentu.
  2. Shabby Chic. Mengakar pada gaya interior desain ala Inggris di tahun 80-an, tema ini terkenal dengan dominasi warna-warna soft yang kuat akan kesan klasik dan elegan.
  3. Glamour. Tema ini identik dengan kesan mewah yang dibawanya.
  4. Rustic. Dengan sentuhan nuansa country, unsur kayu, dan vintage yang kuat.
  5. Clasic.
PERINCIAN HARGA PAKET
Paket Spesial
Rp.     48.350.000,-
      1. Gedung
Rp.       25.000.000,-
      2. Penghulu
Rp.            700.000,-
      3. Dekorasi
Rp.         1.420.000,-
      4. Fotografer
Rp.         2.230.000,-
      5. Undangan
Rp.            500.000,-
      6. Catering
Rp.         3.260.000,-
      7. Grub Pemusik
Rp.         1.300.000,-
      8. Baju Pengantin
Rp.         2.400.000,-
      9. Salon
Rp.         1.430.000,-
   10. Prewed
Rp.         4.500.000,-
   11. Hotel
Rp.         3.200.000,-
   12. Transportasi
Rp.         1.600.000,-
   13. Penari
Rp.            810.000,-

PRICE

Produk
Harga
Gedung
Rp.                 25.000.000,-
Penghulu
Rp.                      700.000,-
Dekorasi
Rp.                   1.420.000,-
Fotografer
Rp.                   2.230.000,-
Undangan
Rp.                      500.000,-
Catering
Rp.                   3.260.000,-
Grub Pemusik
Rp.                   1.300.000,-
Baju Pengantin
Rp.                   2.400.000,-
Salon
Rp.                   1.430.000,-
Penari
Rp.                      810.000,-
Hotel
Rp.                   3.200.000,-
Transportasi
Rp.                   1.600.000,-
Prewed
Rp.                   4.500.000,-

I.    ACARA INTI UPACARA PERNIKAHAN

KAMIS, 1 MEI 2019  DI JL. JOGOKARIYAN (MEBEL FORTUNA)
Jam 08.00 WIB                                 Pasang Tarub & bleketepe
Jam 16.00 WIB                                 Siraman calon pengantin puteri
                                                           -  Potong rambut/paes/alub-alubi
                                                           -  Jual dawet
                                                           -  Makan sore
Jam 19.00 WIB                                 Midodari

Lenggahan ahlen, ramah tamah & penataan dekorasi untuk acara akad nikah dan panggih pada hari jumat
JUMAT, 2 MEI 2019  DI JL JOGOKARIYAN (MEBEL FORTUNA)
Jam 07.00 – 08.00 WIB                    Asok tukon & seserahan
Jam 08.00 – 09.00 WIB                    Akad nikah
Jam 09.00 – sebelum jumatan           Panggih, sebar udik-udik, bagi waris dan upacara lainnya

SABTU, 3 MEI 2019 DI GEDUNG UIN SUNAN KALIJAGA
Jam 11.00 – 13.00 WIB                    Tasyakuran/resepsi di gedung
Jam 13.00 – 13.30 WIB                    Upacara boyongan ke magelang


II. SUSUNAN PANITIA

1. Pemangku Hajat                                                   : Zulfa Azika Syabani
2. Penasehat                                                              : Anggia Paramitha
3. Ketua Panitia                                                        : Jenisa Tasya
4. Sekretaris                                                              : Aulia Tania Putri
5. Bendahara                                                             : Zaefina Nur Ramadhaniar
6. Penanggung Jawab Acara                   : Sukma Aulia Fahreza

PENUTUP

Sekian proposal yang saya buat semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.Nasty Wedding Organizer (WO) merupakan suatu jasa khusus yang membantu calon pengantin dan keluarga dalam Merencanakan dan menyiapkan kebutuhan agar terlaksananya rangkaian acara pesta pernikahan. Kita memerlukan langkah awal yang terencana dalam memulai usaha ini. Disarankan para calon pengantin yang sibuk untuk menggunakan jasa Wedding Organizer.
Readmore → Contoh Proposal Wedding Organizer

Sunday, September 23, 2018

Definisi Cost, Definisi Akuntansi Biaya, Hubungan Antara Cost Accounting, Financial Accounting dan Managerial Accounting

RUANG LINGKUP AKUNTANSI BIAYA DAN KONSEP BIAYA


Definisi dari "Cost" dan Akuntansi Biaya 


Definisi Cost

The Commite on Cost Concepts and Standards of The American Accounting Association memberikan definisi untuk istilah Cost sebagai berikut:" Cost is foregoing measured in monetary term incurred or potentially to be incurred to achieved a specific objective". Cost ialah suatu pengorbanan yang diukur dengan uang, yang telah dikeluarkan atau yang secara potensial harus dikeluarkan untuk mencapai suatu tujuan.

Oleh karena itu maka istilah "Cost" mempunyai tiga pengertian sebagai
berikut:

1) Cost = Biaya
Misalnya:
Material Cost = Biaya pemakaian bahan baku
Labor Cost = Biaya Upah atau biaya tenaga kerja
Fixed Cost = Biaya Tetap

2) Cost = Harga Beli
Misalnya :
Average cost method = metode harga beli rata-rata
Cost of land = Harga Beli Tanah
Cost of Market = Harga Beli atau Harga Pasar (harga ganti)

3) Cost = Harga Pokok

Misalnya:
Cost of goods sold  = Harga pokok dari barang yang dijual
Cost of Sales = Harga Pokok Penjualan
Cost of Manufacturing = Harga Pokok Produksi

Telah disebutkan di atas terjemahan dari cost. Cost (biaya) merupakan objek yang dicatat, digolongkan, diringkas, dan disajikan oleh akuntansi biaya. Apakah biaya itu? Berikut diuraikan istilah biaya.

Biaya didefinisikan sebagai kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi. Pengertian biaya dalam arti luas merupakan pengorbanan ekonomis yang dapat diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam akuntansi biaya, biaya merupakan semua pengeluaran yang sudah terjadi yang digunakan untuk memproses produksi yang dihasilkan.

Seluruh biaya yang terjadi tersebut akan membentuk suatu harga pokok yang kalau dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan menghasilkan harga pokok produk per unit. Dalam artian sempit biaya merupakan sebagai bagian dari harga perolehan aktiva atau dengan istilah harga pokok.

Definisi Akuntasi Biaya


Akuntansi biaya sebagai bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses penyajian dan analisa terhadap biaya-biaya yang yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Pengertian akuntansi biaya menurut beberapa pakar:

  1. Menurut Schaum : Akuntansi biaya adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari akuntansi biaya yaitu melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.
  2. Menurut Carter dan Usry : Akuntansi biaya adalah penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin strategis.
  3. Menurut Mulyadi : Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.
  4. Menurut R.A Supriyono : Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen dalam memonitor dan menekan transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.

Hubungan Antara Cost Accounting, Financial Accounting dan Managerial Accounting


Sebelum menjelaskan hubungan akuntansi biaya, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen akan disajikan ringkasan perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen pada tabel berikut ini:
Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Dari tabel diatas secara garis besar akuntansi dibagi menjadi dua yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, masing-masing memiliki karakteristik tersendiri dari berbagai dimensi.

"Financial Accounting" berhubungan dengan klasifikasi, pencatatan dan interpretasi dari transaksi- transaksi perusahaan sedemikian rupa, sehingga secara berkala dapat disusun daftar-daftar keuangan atau laporan-laporan keuangan, yang menunjukkan baik hasil-hasil yang sebenarnya dari transaksi tersebut, maupun kondisi keuangan dari perusahaan yang bersangkutan pada akhir suatu periode.

Akuntansi keuangan ini memberikan data pada kepada pimpinan perusahaan dan pihak eksternal mengenai jumlah biaya-biaya untuk memproduksi barang-barang atau jasa-jasa. Jika terdapat beberapa macam barang atau jasa yang diproduksi, maka jumlah seluruhnya dari barang-barang atau jasa-jasa ini sukar untuk digunakan sebagai bahan untuk tujuan pengendalian.

Oleh karena itu, maka prosedur akuntansi keuangan terpaksa harus diperluas sedemikian rupa, sehingga memberi kemungkinan untuk menetapkan harga pokok untuk memproduksi dan menjual tiap macam barang atau jasa, tidak pada akhir periode, akan tetapi pada waktu barang-barang itu diproduksi atau pada waktu jasa-jasa itu diberikan.

Dengan demikian data yang terperinci mengenai biaya pemakaian bahan baku, biaya upah langsung dan biaya produksi tak langsung untuk tiap macam barang yang diproduksi atau tiap macam jasa yang diberikan, maka pimpinan perusahaan dapat melakukan pengendalian biaya dan pendapatan yang efektif.

Jadi "Cost Accounting" merupakan perluasan dari Financial Accounting atau "General Accounting" dari suatu perusahaan, yang dapat memberikan harga pokok untuk memproduksi atau menjual tiap macam barang atau jasa kepada Pimpinan perusahaan. Walaupun tekanan dari Cost Accounting sebagian besar ditujukan kepada perusahaan industri, akan tetapi " Modern Cost Accounting and Control" digunakan juga dalam bidang distribusi, perbankan, asuransi, public utilities dan perusahaan-perusahaan swasta maupun milik negara.

Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan untuk pihak manajemen. Jenis informasi yang diperlukan pasti berbeda dengan informasi yang diperlukan pihak luar. Manajemen dalam hal ini terdiri dari top manajemen, middle manajemen dan lower managemen. Umumnya informasi yang dihasilkan bersifat mendalam dan tidak dipublikasikan kepada pihak luar.

Cost Accounting merupakan alat dari Manajemen, Oleh karena itu maka Cost Accounting merupakan bagian yang integral dari proses manajemen. Cost Accounting memberikan klasifikasi dan pembagian biaya-biaya yang tepat, mengontrol bahan baku, bahan-bahan penolong, upah dan biaya-biaya tak langsung, menetapkan standar-standar untuk mengukur efisiensi, memberikan data untuk menyusun budget, menetapkan harga, mengurangi kerugian-kerugian karena kondisi musim dan menetapkan kebijaksanaan untuk mengadakan ekspansi atau pengurangan aktivitas-aktivitas. Oleh karena itu maka Cost Accounting memberikan data kepada Manajemen mengenai biaya-biaya untuk memproduksi dan menjual barang-barang atau jasa-jasa.

Selain perbedaan yang ada seperti yang disajikan pada tabel sebelumnya antara akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen memiliki kesamaan, yaitu:

  1. Baik akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen merupakan pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan.
  2. Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen juga berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dengan demikian akuntansi biaya dapat merupakan bagian dari akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Dari keseluruhan perbedaan diantara kedua tipe akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, akuntansi biaya dapat memenuhi semua karakteristik keduanya misalnya akuntansi biaya dapat ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam perusahaan sehingga akuntansi biaya memenuhi karakter akuntansi manajemen dan memenuhi kebutuhan pemakai luar perusahaan, sehingga akuntansi biaya memenuhi karakter akuntansi keuangan.

Fungsi-Fungsi dari Cost Accounting

Cost Accounting mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:

  1. Menetapkan dan menganalisis biaya-biaya dan pendapatan dari suatu perusahaansedemikian rupa sehingga dapat mengadakan perbandingan antar bagian-bagian yang ada dalam perusahaan dan perbandingan menurut waktu.
  2. Mengumpulkan dan menggunakan data biaya untuk tujuan pengendalian biaya.
  3. Membebankan biaya-biaya kepada pendapatan-pendapatan dengan cara setepat-tepatnya.
  4. Mengadakan penyelidikan biaya-biaya yang dapat digunakan untuk menetapkan kebijaksanaan-kebijaksanaan dan perumusan rencana-rencana operasi yang menguntungkan.

Tujuan dari Cost Accounting

Tujuan akuntansi biaya adalah menyediakan suatu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaan, yaitu:
1.
Penentuan harga pokok produk atau jasa, Penetapan harga pokok akan dapat membantu dalam:

a.
Penilaian persediaan baik persediaan barang jadi maupun barang dalam proses

b.
Penetapan harga jual produk terutama harga jual yang didasarkan kontrak, walaupun tidak selamanya penentuan harga jual berdasarkan harga pokok.
2.
Perencanaan dan pengendalian laba.

Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
3.
Pengambilan keputusan Manajemen.

Secara rinci Cost Accounting mempunyai lima tujuan sebagai berikut;

1)
Menetapkan biaya-biaya dan laba untuk suatu periode pembukuan tertentu.

2)
Menetapkan nilai-nilai persediaan barang-barang

3)
Membantu dan ikut serta dalam penyusunan dan pelaksanaan budget.

4)
Menetapkan metode-metode dan prosedur-prosedur, sehingga memungkinkan pengendalian dan penghematan atau penyempurnaan biaya-biaya.

5)
Menganalisa biaya-biaya yang memberikan informasi kepada manajemen dalam masalah-masalah, dimana perlu diadakan pemilihan antara dua alternatif atau lebih.


Penggolongan Biaya

Ada lima cara penggolongan biaya, yaitu penggolongan biaya:
1. Atas dasar obyek pengeluaran
2. Atas dasar fungsi pokok didalam perusahaan
3. Atas dasar hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai
4. Atas dasar perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan
5. Atas dasar jangka waktu manfaatnya.

1. Penggolongan Biaya Atas dasar Obyek Pengeluaran
Dalam cara penggolongan ini, nama obyek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua yang berhubungan dengan bahan baker disebut "biaya bahan bakar"

2. Penggolongan Biaya Atas Dasar Fungsi Pokok Dalam Perusahaan

Biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok:

  1. Biaya Produksi. Yaitu biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan (dimatckan) dengan penghasilan (revenue) diperiode mana produk itu dijuaLBiaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku/direct material, tenaga kerja/d/rect labor, dan biaya overhead pabrik/yactory overhead costs. Biaya produksi terbagi lagi kedalam dua kategori yaitu biaya prima (prime cost) yang terdiri atas biaya bahan dan tenaga kerja, dan biaya konversi (conversion cost) yaitu biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.
  2. Biaya pemasaran. Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Contohnya adalah biaya iklan, biaya promosi biaya angkutan dari gudang pembeli, gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran , biaya contoh (sample).
  3. Biaya administrasi dan umum. Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinir kegiatan kegiatan produksi dan pemasaran produk, contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi,Personalia dan bagian hubungan masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan, biaya fotocopy.

Jumlah biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum sering disebut biaya komersial (commercial expense).

Penggolongan Biaya Atas Dasar Hubungan Biaya Dengan Sesuatu Yang Dibiayai


Biaya dapat dikelompokkan menjadi dua golongan; biaya langsung dan biaya tidak langsung.Biaya langsung/Direct costadalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi. Dengan demikian biaya langsung akan mudah diidentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai. Dalam hubungannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Dalam hubungannya dengan departemen biaya langsung departemen (direct departemental cost) adalah semua biaya yang terjadi di dalam departemen tertentu.
Biaya tak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tak langsung dalam hubungannya dengan produk tidak mudah diidentifikasi dengan produk tersebut. Dalam hubungannya dengan departemen, biaya tidak langsung departemen (indirect departemental Expense) adalah biaya yang terjadi disuatu departemen, tetapi manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen

Penggolongan Biaya Atas Dasar Perilaku Biaya Dalam Hubungannya Dengan   Perubahan Volume Kegiatan

Dalam hubungannya dengan perubahan Volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi:
1. Biaya variabel
2. Biaya semi variabel
3. Biaya semi tetap
4. Biaya tetap

Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contohnya biaya variabel adalah biaya bahan baku,biaya tenaga kerja langsung.
Biaya semi variabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding perubahan volume kegiatan,. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan unsur biaya variabel.

Biaya semi fixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tetentu. Contohnya gaji direktur produksi.

Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangka Waktu Manfaat

Atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua :
Pengeluaran modal (capital expenditure) adalah pengeluaran biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadi dibebankan sebagai harga pokok aktiva, dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi, diamortisasiatau dideplesi.

Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure) adalah pengeluaran biaya hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi di mana pengeluaran tersebut terjadi (biaya periode). Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukandengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.

Laporan Harga Pokok Barang Yang di Produksi

Pada perusahaan perdagangan, harga pokok penjualan dihitung dengan menambahkan persediaan barang dagangan awal dengan pembelian barang dagangan dikurangi dengan persediaan barang dagangan akhir.

Pada perusahaan Manufaktur (pabrik) tidak demikian halnya. Pada perusahaan manufaktur, karena ada proses produksi sebelum dilakukan transaksi penjualan sebelum dapat disusunn harga pokok penjualan terlebih dahulu disusun harga pokok barang yang diproduksi.Harga pokok barang yang diproduksi itu tidak lain adalah merupakan kumpulan dari biaya - biaya produksi yang telah dicatat pada siklus akuntansi biaya. Oleh sebab itu pada akhir periode tertentu (akhir tahun) saat pelaporan kegiatan perusahaan, disusunlah laporan harga pokok barang yang diproduksi.

Untuk menghitung harga pokok barang yang diproduksi periode tertentu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikutrPersediaan awal barang (produk) dalam proses ditambah dengan pemakaian bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya aoverhead pabrik yang dibebankan. Dari hasil penambahan tersebut didapatkan harga pokok barang yang diproses selama periode yang dimaksud. Bila hasil tersebut dikurangi dengan persediaan akhir barang dalam proses akan didapatkan harga pokok barang yang diproduksi.Bila harga pokok barang yang diproduksi telah dihitung maka selanjutnya baru dilakukan perhitungan harga pokok penjualan.

Berikut perbandingan laporan laba rugi dan laporan harga pokok penjualan perusahaan dagang dan manufaktur:

Metode Pengumpulan Biaya Produksi

Untuk dapat menghasilkan suatu perhitungan harga pokok produk diperlukan suatu proses pengumpulan dari biaya-biaya yang terjadi atas suatu produk. Proses pengumpulan biaya produksi dimulai dari proses mendapatkan bahan mentah sampai kepada pengakuan produk selesai [jadi).
Metode pengumpulan biaya produksi terbagi atas metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses.

a. Metode Harga Pokok Pesanan

Pada metode ini, harga pokok (biaya produksi) dikumpulkan atas dasar pekerjaan-pekerjaan    atau    pesanan-pesanan    yang    diterima    dari langganan/pembeli mulai dari satu unit pesanan sampai kepada suatu partai besar yang diproses pada saat yang sama.

Beberapa contoh perusahaan yang menggunakan metode ini adalah kontraktor atau pemborong bangunan, perusahaan meubel, perusahaan percetakan dan lain-lain.

b. Metode Harga Pokok Proses

Pada metode ini, harga pokok (biaya produksi] dikumpulkan atas dasar proses atau departemen untuk suatu periode tertentu, biasanya satu bulan. Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya produksi tidak langsung (overhead) yang dibebankan, dibebankan pada rekening-rekening barang dalam proses setiap departemen. Beberapa contoh perusahaan yang menggunakan metode ini adalah perusahaan tekstil, pabrik kertas, dan pabrik semen.

Metode Penentuan Biaya Produksi

Metode penentuan harga pokok produksi adalah cara untuk memperhitungkan unsur-unsur biaya kedalam harga pokok produksi. Dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi, terdapat dua pendekatan yaitu Full Costing/Absorption Costingdan Variabel Costing.

1. Full Costing/Absorption Costing
Full costing merupakan metode penentuaan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead baik yang berperilaku variabel amupun tetap.
Pendekatan full costing/ Absorption Costing yang biasa dikenal sebagai pendekatan tradisional menghasilkan laporan laba rugi dimana biaya-biaya di organisisr dan disajikan berdasarkan fungsi-fungsi produksi, adminstrasi dan penjualan. Laporan laba rugi yang dihasilkan dari pendekatan ini banyak digunakan untuk memenuhi pihak luar perusahaan, oleh karena itu sistematikanya harus disesuaikan dengan prinsip akuntansi yang berterima umum untuk menjamin informasi yang tersaji dalam laporan tersebut.

2. Variabel Costing
Variabel costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel.

Dalam pendekatan ini biaya-biaya yang diperhitungkan sebagai harga pokok adalah biaya produksi variabel yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel.

Biaya-biaya produksi tetap dikelompokkan sebagai biaya periodik bersama-sama dengan biaya tetap non produksi.

Pendekatan variabel costing di kenal sebagai contribution approach merupakan suatu format laporan laba rugi yang mengelompokkan biaya berdasarkan perilaku biaya dimana biaya-biaya dipisahkan menurut kategori biaya variabel dan biaya tetap dan tidak dipisahkan menurut fungsi-fungsi produksi, adminstrasi dan penjualan.

Dalam pendekatan ini biaya-biaya berubah sejalan dengan perubahan output yang diperlakukan sebagai elemen harga pokok produk. Laporan laba rugi dihasilkan dari pendekatan ini banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pihak internal oleh karena itu tidak harus disesuaikan dengan prinsip akuntansi berterima umum.

PT. SENI KARYA
Laporan Rugi Laba dengan Pendekatan Full Costing
31 Desember 2017
PT. SENI KARYA
Laporan Rugi Laba dengan Pendekatan Variabel Costing
31 Desember 2017

Readmore → Definisi Cost, Definisi Akuntansi Biaya, Hubungan Antara Cost Accounting, Financial Accounting dan Managerial Accounting

Friday, August 24, 2018

Alat Pembayaran Nontunai, Uang Elektronik, Katu ATM

Alat Pembayaran Nontunai


Alat pembayaran secara umum dibagi menjadi dua, yakni alat pembayaran tunai dan alat pembayaran non tunai, Alat pembayaran tunai tiada lain adalah uang rupiah sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya. Adapun alat pembayaran non tunai secara umum dibagi menjadi dua, yaitu alat pembayaran berbasis kertas {paper based) antara lain cek, bilyet giro, dan nota debet; alat pembayaran berbasis elektronik (elektronic based) yakni kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik (e-money). Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan sebagai berikut.

Cek merupakan suatu perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana. Cek dikenal ada tiga macam, yaitu cek atas unjuk, cek atas nama, cek silang. Adapun giro bilyet adalah surat perintah nasabah bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya kepada rekening nasabah yang lain yang ditunjuk. Giro bilyet tidak dapat ditukarkan dengan uang tunai di bank penerimanya.

Adapun Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) adalah alat. pembayaran berupa kartu kredit dan kartu ATM/debit. Kartu kredit adalah APMK yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang, sumber dana berasal dari pinjaman (kredit) yang diberikan penerbit serta dikenakan bunga/denda jika membayar setelah jatuh tempo atau angsuran. Kartu kredit dapat diartikan juga sebagai kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada nasabah untuk digunakan sebagai alat pembayaran.

Adapun kartu ATM adalah APMK yang dapat digunakan untuk melakukan tarik tunai, cek saldo, transfer dana antar dan intra-bank, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo simpanan akan berkurang secara langsung pada saat transaksi. Kartu ATM dapat diartikan juga sebagai alat pembayaran berbasis kartu yang penyelesaian transaksinya dilakukan melalui mesin ATM. Layanan ATM di Indonesia mulai cliperkenallcan pada awal 1990-an.

Adapun kartu debit adalah APMK yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang dan debit tunai, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo simpanan akan berkurang secara langsung pada saat transaksi. Kartu debit dapat diartikan juga sebagai alat pembayaran berbasis kartu yang pembayarannya dilakukan dengan pendebetan langsung ke rekening nasabah pada bank penerbit kartu. Beberapa bank penerbit kartu telah mengombinasikan kartu debet dan kartu ATM dalam satu kartu (kartu debit ATM).

Jika kartu debit digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenai sebagai kartu ATM. Namun, apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan non tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture), maka kartu tersebut dikenai sebagai kartu debet.

Setiap pemegang kartu diberikan nomor pribadi (Personal Identification Number - PIN) yang bersifat rahasia untuk keamanan dan kewenangan melakukan transaksi. Untuk kartu debet, selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya kartu kredit. Batas (limit) transaksi kartu kredit dan kartu ATM bergantung dari jenis kartunya. Umumnya terdiri atas limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja maupun transfer.

Selain kartu kredit, kartu ATM/debit, terdapat pula apa yang disebut dengan uang elelctronik (e-money). Tahukah Anda apa itu uang elektronik? Uang elelctronik adalah APMK yang diterbitlcan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit. Nilai Uang disimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip. Uang elelctronik dapat digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut. Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang kartu bukan simpanan, artinya tidak dapat ditarik secara tunai.

Uang elektronik di Indonesia mulai berkembang sejak April 2007. Alat pembayaran non tunai yang praktis, ekonomis, dan menunjang gaya hidup menjadi pemicu semakin berkembangnya uang elektronik, Perkembangan uang elektronik juga didorong oleh kenyataan bahwa pembayaran non tunai dengan kartu debit dan kartu kredit dalam transaksi kurang praktis dan ekonomis, karena terdapat batasan minimal transaksi yang boleh menggunakan kartu debit atau kartu kredit seperti, minimal transaksi Rp 100.000,00 sehingga transaksi yang lebih kecil dari Rp. l00.000,00 masih menggunakan uang tunai yang memiliki beberapa kendala seperti faktor keamanan, kenyamanan, dan kemudahan.

Penggunaan uang elektronik masih terbatas karena antar-penerbit uang elektronik harus menjalin kerja sama dengan unit usaha/pedagang/merchant yang mau menerima pembayaran transaksi di tempat usahanya dengan uang elektronik. Biasanya penerbit uang elektronik bekerja sama dengan mini-market, mal, kafe, atau tempat anak muda biasanya berkumpul.
Readmore → Alat Pembayaran Nontunai, Uang Elektronik, Katu ATM